LekoNTT.com: Membaca Dahulu, Berkomentar Kemudian
Penumpang Kapal Pertanyakan Sistem Pelayanan Kapal Penyeberangan - LekoNTT

Penumpang Kapal Pertanyakan Sistem Pelayanan Kapal Penyeberangan

Sabu, LekoNTT.com - Yanefiyana Kanni (43) calon penumpang kapal penyeberangan Cantika 77 Jurusan Sabu-Kupang mengaku kesal terhadap pelayanan kapal. Pasalnya, meski telah memiliki tiket, ia tidak bisa menumpang dengan alasan kapal telah penuh penumpang.
Pelabuhan Seba, Pulau Sabu. Foto: Zulfikar Aleksandri
Kepada LekoNTT.com, Yanefiana menuturkan, pada hari Minggu pagi (30/06/2019), ia bersama adiknya Ike Abineno (30) dan ibunya Damaris Lere (60) memesan tiket penyeberangan untuk Kapal Cantika 77 jurusan Sabu-Kupang, yang menurut jadwal akan berangkat pada pukul 14.00 WITA. Namun pada saat kapal akan berangkat, Yanefiana dan ibunya tidak ikut diberangkatkan dengan alasan penumpang telah penuh. Hanya Ike Abineno yang dapat menaiki kapal dan ikut ke Kupang.
Yanefiana menduga, ada penumpang yang menumpang kapal tanpa tiket dan langsung melakukan pembayaran sebesar 100-150.000 kepada pemeriksa tiket di atas kapal. Yanefiana mengaku sempat mengadu kepada petugas loket, tetapi petugas loket beralasan bahwa para penumpang yang membawa banyak anak, sehingga membuat kapal menjadi penuh dan bersesakan.
Yanefiyana Kanni menunjukkan tiket kapal yang mubazir. Foto: LekoNTT.com
“Satu orang yang beli tiket, (bawa) anak dua-tiga orang,” tutur Yanefiana menirukan petugas.
Menurut Yanefiana, pelayanan yang tidak maksimal ini merugikan banyak pihak. Ia berharap agar hal ini segera mendapat perhatian dari pemerintah dan tidak terjadi lagi di lain waktu.

Reporter: Silviona Pada

Related Posts:

0 Response to "Penumpang Kapal Pertanyakan Sistem Pelayanan Kapal Penyeberangan"

Posting Komentar