LekoNTT.com: Membaca Dahulu, Berkomentar Kemudian
Apter yang Bahagia - LekoNTT

Apter yang Bahagia

Apter Seu, siswa kelas 6 Sekolah Dasar. Usianya 10 tahun, tinggal di Desa Enonabuasa, TTS. Di desa tersebut, infrastruktur pengairan belum sampai ke rumah-rumah. Sumber air di desa ini masih ditampung di dalam sebuah fiber penampungan yang terletak di dekat mata air. Setiap hari, warga desa harus menempuh jarak berkilo-kilo meter  untuk mengambil air.



Apter adalah anak kedua dari empat bersaudara. Kakaknya yang kelas 2 SMP, harus bersekolah di Kota Kupang karena tidak ada SMP di desa Enonabuasa. Oleh sebab kedua adiknya baru berumur enam dan tiga tahun, Apter, satu-satunya harapan bagi ayah dan ibunya.Ia mengambil air di tempat yang jaraknya empat kilo meter, untuk memenuhi kebutuhan.

Setiap hari Apter berjalan kaki, pergi mengambil air. Suatu sore, diam-diam saya membuntut Apter yang sementara mengambil air. Apter mengalihkan pandangan ke kamera saya dan menunjukan ekspresi bahagia. Ia ditemani Joao Da Costa (Joda), mahasiswa yang sementara menjalankan KKN di Desa Enonabuasa. Joda sering membantu Apter mengambil air menggunakan motor milik Kepala Desa.


Apter merasa bahagia karena dibantu oleh Joda. Kalau setiap hari Apter harus membawa empat jerigen, bolak-balik mengambil air, maka bersama Joda, Apter bisa membawa banyak jerigen tanpa harus kawatir akan letih. Apter dan orang tuanya, beserta warga desa yang lain berharap agar infrastruktur pengairan bisa diadakan dari rumah ke rumah.

Foto dan narasi: Vickram Sombu

Related Posts:

0 Response to "Apter yang Bahagia"

Posting Komentar