LekoNTT.com: Membaca Dahulu, Berkomentar Kemudian | Baca Buku Apa Hari ini? | Cegah Covid-19, Patuhi Protokol Kesehatan
Hari Bumi 2020, WALHI NTT: Saatnya Berterima Kasih dan Minta Maaf Pada Bumi - LekoNTT.com

Hari Bumi 2020, WALHI NTT: Saatnya Berterima Kasih dan Minta Maaf Pada Bumi




Kupang, LekoNTT.com - Menuju Hari Bumi yang akan diperingati pada 22 April 2020, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Eksekutif Daerah Nusa Tenggara Timur (WALHI NTT) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas yang ramah lingkungan.

Mari Berterima Kasih dan Meminta Maaf Pada Bumi, tema yang diusung ini, sikap WALHI NTT  yang lahir dari refleksi tentang kehidupan manusia di bumi, di masa kini. Manusia tengah mengalami kepayahan yang luar biasa dengan adanya pandemi Covid-19. Semua kemajuan pembangunan manusia dan teknologi yang selama ini dibanggakan seperti raib ditelan wabah mematikan itu.

Para ilmuwan dan pemuka agama pun bersepakat bahwa virus itu hadir sebagai harga yang harus dibayarkan akibat ulah manusia, merusak tata kehidupan alam. Manusia menghancurkan hutan, mencemari air, memproduksi sampah dan polusi secara berlebihan. Dosa ekologis, itulah label yang diberi oleh pemuka agama.

"Covid-19 memberikan pelajaran penting bagi kita, betapa perlunya kita merawat kelestarian dan keseimbangan alam. Kita terlalu banyak mengambil atau menguasai alam seolah-olah kehidupan di bumi hanya milik manusia semata," ungkap Umbu Wulang Tanaamahu Paranggi, Direktur WALHI NTT melalui rilis yang diterima Leko NTT.

Ia pun menandaskan, berbagai wabah yang muncul dalam kehidupan kita akhir-akhir ini adalah akibat dari cara hidup yang tidak menghargai alam. "Wabah belalang masih terus merajalela akibat salah satu predatornya yaitu burung burung telah banyak diburu, ditangkap, dan diperjualbelikan".

Selain itu, demam berdarah, wabah ini juga salah satunya akibat banyak ikan pemakan jentik nyamuk telah mati sebagai dampak negatif dari pencemaran air. Kita  menggunakan pupuk kimia berlebihan di sawah dan penangkapan ikan menggunakan zat kimia di sungai-sungai".

Dominikus Karangora, Koordinator Divisi Media WALHI NTT pun menegaskan, bumi telah memberikan banyak kehidupan bagi manusia. Oleh sebab manusia, manusia harus bijak memperlakukan ibu bumi.

"Sudah saatnya kita berterima kasih kepada bumi atas segala sumber daya yang dimilikinya untuk kehidupan manusia. Saatnya juga kita meminta maaf kepada bumi atas perlakuan kita yang curang dan tidak beradab kepada ibu bumi. Kita harus melestarikan bumi kita sebagai tempat kehidupan bersama yang bermartabat," ungkap Dominikus.

Menyikapi hal itu, WALHI NTT mengajak publik untuk melakukan aktivitas yang ramah lingkungan untuk masa depan bumi dan manusia itu sendiri. Secara khusus dalam rangka menyambut hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2020.

WALHI NTT mengajak publik untuk berpartisipasi dalam kegiatan peduli kelestarian dan cinta bumi. Ajakan ini ditujukan kepada semua kalangan dengan ragam profesi.

Berikut ini jenis aktivitas yang diminta oleh WALHI NTT agar dapat dilakukan oleh publik.

Jenis Aktivitas:

Mematikan meteran listrik dua jam per hari secara total di rumah kita masing-masing selama seminggu hingga tanggal 22 April 2020.

Mencipta karya Seni tentang pujian untuk Bumi (lagu, puisi, lukisan, dan hasil karya seni lainnya).
Menanam di pekarangan rumah minimal dua jenis tanaman untuk dapur dan apotik hidup.

Melakukan pengurangan dan pengelolaan sampah plastik dan sampah anorganik serta organik di rumah masing masing.

Membuat tulisan satu paragraf dan ditujukan kepada pemerintah setempat (masing-masing): Hentikan pembangunan yang merusak hutan, perlindungan habitat satwa liar, perlindungan wilayah pesisir, stop pengalihfungsian kawasan pertanian, perlindungan pangan rakyat dan air di akun media sosial masing-masing.

Menyuarakan stop pembahasan RUU Omnibus Law di media sosial masing-masing selama sepekan.

Pada tanggal 22 April 2020, REFLEKSI BERSAMA hari bumi di rumah sebagai bentuk terimakasih dan permintaan maaf kepada Bumi dengan cara masing masing dan berpatokan pada anjuran untuk menghindari Covid-19.

Membuat Hastag #hanyaadasatubumi #KitaBergerakJagaBumi #Covid19adalahperingatankeras #TerimakasihBumiku #MaafkanKamiBumiku


WALHI NTT mengharapkan publik dapat berpartisipasi dalam menyongsong Hari Bumi, sebagai wujud konkrit cinta bumi; satu-satunya tempat tinggal manusia secara kolektif. WALHI NTT juga meminta pemerintah untuk menghentikan berbagai model pembangunan yang merusak alam dan mengedepankan penguatan pangan dan air untuk rakyat di masa masa sulit ini. Salam Adil dan Lestari.
(het)


Related Posts:

0 Response to "Hari Bumi 2020, WALHI NTT: Saatnya Berterima Kasih dan Minta Maaf Pada Bumi"

Posting Komentar

Translate

Populer Dalam Minggu Ini