LekoNTT.com: Membaca Dahulu, Berkomentar Kemudian| Vaksinasi COVID-19 Aman, Hidup Nyaman
Kominfo Takedown Ribuan Hoax Vaksin Covid-19, Facebook Jadi Sarang Penyebaran - Leko NTT

Kominfo Takedown Ribuan Hoax Vaksin Covid-19, Facebook Jadi Sarang Penyebaran



Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Pixabay)

Kupang, LekoNTT.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan temuan hoaks seputar vaksin Covid-19. Usaha ini terus dilakukan Kominfo untuk menangkal berbagai isu yang sengaja diciptakan untuk menghambat percepatan Vaksinasi Covid-19.

Hingga Selasa (22/3/2022), Kominfo menemukan tambahan hoaks sebanyak 477 konten. Sesuai laporan dalam situs resmi kominfo.go.id, temuan hoaks vaksin Covid-19 yang tersebar di berbagai media sosial mencapai 2.744 konten.

Sebaran hoaks seputar vaksin Covid-19 paling banyak ditemukan di Facebook dengan total 2.547 konten. Twitter menempati urutan kedua dengan hoaks sebanyak 111 konten, sedangkan Instagram sebanyak 21 konten.

Selain itu, situs berbagi video seperti YouTube dan TikTok juga menjadi media sebaran hoax. Kominfo mencatat, terdapat 43 konten hoaks di YouTube dan 21 di TikTok. Kominfo sendiri sudah melakukan takedown terhadap ribuan konten hoaks tersebut.

Sebelumnya, pada Februari 2022 lalu muncul klaim tentang Vaksin Covid-19 Novavax yang mengandung DNA laba-laba. Ditulis bahwa vaksin Novavax tidak aman bagi manusia karena mengandung ngengat dan DNA laba-laba. Bahkan diklaim juga bahwa terdapat lebih dari 200 kasus efek samping yang serius dari vaksin Novavax telah dilaporkan.

Faktanya, klaim tersebut keliru dan tidak berdasar. Dilansir dari Agence France-Presse (AFP), per 11 Maret 2022 Nuvaxovid atau vaksin Novavax telah disetujui sebagai vaksin yang aman untuk digunakan oleh otoritas kesehatan di sejumlah negara termasuk Korea Selatan. WHO menyatakan pada 21 Desember 2021 bahwa mereka telah secara menyeluruh menilai data tentang keamanan dan kemanjuran vaksin Nuvaxovid serta merekomendasikan penggunaannya untuk orang berusia 18 tahun ke atas.

Selanjutnya, Jung Jae-hun, seorang Profesor di Fakultas Kedokteran dan Sains Universitas Gachon, mengatakan "tidak ada kemungkinan bahwa Nuvaxovid mengandung bentuk DNA apapun.” Jung menambahkan, meski sel serangga atau ngengat dapat digunakan untuk menghasilkan protein lonjakan, tetapi sel-sel ini dihilangkan selama proses pembuatan.

Sumber: 
kominfo.go.id (2022, 22 Maret). Infografis Penanganan Sebaran Konten Hoax Vaksin Covid-19. Diakses pada 22 Maret 2022.

Penulis: Yefry Uskono
Editor: HET

Related Posts:

0 Response to "Kominfo Takedown Ribuan Hoax Vaksin Covid-19, Facebook Jadi Sarang Penyebaran"

Posting Komentar

Translate

Populer Dalam Minggu Ini


Youtube

Facebook