LekoNTT.com: Membaca Dahulu, Berkomentar Kemudian
Orang-Orang Oetimu karya Felix Nesi Jadi Novel Pilihan Sandiwara Sastra Kemendikbud RI - Leko NTT

Orang-Orang Oetimu karya Felix Nesi Jadi Novel Pilihan Sandiwara Sastra Kemendikbud RI




Jakarta, LekoNTT.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia  (Kemendikbid RI) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan meluncurkan siniar atau podcast @budayakita dengan program perdana Sandiwara Sastra pada Senin (6/7) di Jakarta. Dirjen Kebudayaan Kemendikbud dalam menjalankan program tersebut berkolaborasi bersama Titimangsa Foundation dan KawanKawan Media.

Sandiwara Sastra, sebuah sandiwara audio alih wahana yang diadaptasi dari karya sastra Indonesia. Karya-karya sastra yang dialihwahanakan itu antara lain:

Mencari Herman karya Dee Lestari, Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Lalita karya Ayu Utami, Helen dan Sukanta karya Pidi Baiq, Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisjahbana, Berita Dari Kebayoran karya Pramoedya Ananta Toer, Kemerdekaan karya Putu Wijaya, Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam dan  Orang-Orang Oetimu karya Felix K. Nesi.

Sandiwara Sastra sebagai inovasi dan bagian dari Program Belajar dari Rumah pada masa pandemi COVID-19 ini sudah bisa didengar pada Rabu (8/7) pukul 18:00 WITA lewat siniar/ podcast @budayakita. Selain itu, Sandiwara Sastra ini dapat disimak melalui stasiun Radio Republik Indonesia (RRI).

Sandiwara Sastra diproduseri oleh Happy Salma dari Titimangsa dan Yulia Evina Bhara dari Kawankawan Media. Karya-karya pilihan itu disutradarai oleh Gunawan Maryanto dari Teater Garasi. Sedangkan adaptasi naskah dikerjakan oleh Yosep Anggi Noen, Ahda Imran, Iswadi Pratama, Putu Wijaya, dan Gunawan Maryanto. Berikut adalah daftar nama para aktor dan aktris Indonesia yang akan mengisi suara.

Aktris: Happy Salma, Christine Hakim, Maudy Koesnadi, Widi Mulia, Tara Basro, Eva Celia, Marsha Timothy, Adinia Wirasti, Najwa Shihab, Atiqah Hasiholan, Lulu Tobing, Asmara Abigail, Chelsea Islan, dan Pevita Pearce.

Aktor: Reza Rahadian, Lukman Sardi, Nicholas Saputra, Chicco Jerikho, Vino G. Bastian, Mathias Muchus, Ario Bayu, Arswendy Swara, Rio Dewanto, Oka Antara, Kevin Ardilova, Nino Kayam, Jefri Nichol, dan Iqbaal Ramadhan.



Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dalam siaran pers yang dilakukan secara daring, mengajak seluruh pelajar dan mahasiswa untuk kembali menghidupkan dan mengenal karya sastra terbaik Indonesia. Nadiem pun menandaskan, karya-karya sastra pilihan merupakan kumpulan karya sastrawan terbaik Indonesia.

"Sastra menempati posisi penting dalam pemajuan budaya dan pembentukan karakter bangsa. Karya sastra hakikatnya tercipta dari situasi dan pergulatan diri. Pengalaman, pengamatan serta pemaknaan situasi dan latar belakang sejarah akan menguatkan karakter kita," kata Nadiem.

Nadiem pun menegaskan, melalui tokoh sastra, manusia lebih mengenal lebih dekat sifat kemanusiaan. "Seperti sekarang ini, pandemi memberi waktu untuk memetik makna dan belajar menjadi manusia yang kuat, yang mampu menyongsong masa depan."

Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud pun mengatakan alih wahana karya sastra dari buku ke medium audio bertujuan untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali karya sastra Indonesia. "Melalui Sandiwara Sastra, Kemendikbud memiliki misi untuk memantik minat masyarakat dalam mengenali lebih dalam budaya dan karakter manusia Indonesia."

Lebih lanjut Hilmar mengatakan, karya sastra akan disukai kalau dikenal. Ia berharap dengan adanya Sandiwara Sastra, publik bisa jauh lebih mengenal karya-karya sastra Indonesia. Menurutnya, karya sastra bisa masuk dalam keseharian.

Orang-Orang Oetimu di Sandiwara Sastra


Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Komunitas Leko Kupang (@komunitasleko) pada

Orang-Orang Oetimu (OOO) karya sastrawan muda Indonesia asal NTT ini sebelumnya dipilih sebagai pemenang pertama dalam Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta tahun 2018. Novel yang sejak diterbitkan oleh Penerbit Marjin Kiri ini masih hangat diperbincangkan hingga 2020. Di NTT sendiri, banyak calon pembaca yang telah memesan novel tersebut, namun belum mendapatkannya. Di beberapa toko buku, OOO habis terjual.

Happy Salma, aktris sekaligus produser Sandiwara Sastra kepada Leko NTT mengatakan, salah satu alasan dipilihnya karya Felix karena novel tersebut merupakan karya terbaik dalam Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2018 lalu. Happy pun menilai OOO sebagai salah satu karya terbaik.

"Karya Felix memberikan variasi dan juga kekayaan sehingga menambah spektrum lebih luas untuk karya sastra yang dialihwanakan," kata Happy ketika dihubungi melalui kontak pribadinya pada Selasa (7/7).

Lebih lanjut Happy mengatakan OOO mampu memperkaya referensi sastra di Indonesia. "Orang-Orang Oetimu ini bisa memberikan wawasan yang lebih luas, kita mengenal Indonesia Timur khususnya bahwa mereka itu adalah bagian dari kita. Dan ini adalah upaya agar kita tetap bersaudara, semakin dekat, tidak ada sekat, dan kita juga bisa memahami sejarahnya juga sehingga rasa persaudaraan jauh lebih baik."

Felix Nesi sendiri ketika dikonfirmasi terkait OOO, karyanya yang jadi pilihan Sandiwara Sastra Kemendikbud mengatakan itu kesempatan yang baik. Ia pun berharap agar OOO bisa lebih banyak dibaca dan menjangkau semua kalangan masyarakat dan mendiskusikannya.

"Saya harap generasi muda yang mampu menulis, juga menulis tentang persoalan sosial dan jangan lupa untuk selalu ada bersama masyarakat," kata Felix yang saat ini juga fokus mengelola Tua Kolo, sopi khas Insana, Timor Barat. (het)

Related Posts:

0 Response to "Orang-Orang Oetimu karya Felix Nesi Jadi Novel Pilihan Sandiwara Sastra Kemendikbud RI"

Posting Komentar